Feeds:
Posts
Comments

The chosen one

“From luxury you turned away
And all night you would pray
Truthful in every word you say”

“You came to teach us how to live”

Tentang Qo, La, dan Ba

Qo (ق), La (ل), dan Ba (ب),  adalah huruf pembentuk kata “Iqlab”. Suara nun mati ( ن) berubah menjadi mim mati (م) yang di dengungkan/disamarkan karena hukum ini.

Qo (ق), La (ل), dan Ba (ب),  juga  adalah pembentuk kata Qolbu yang berarti hati dalam bahasa Indonesia. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berdoa agar hati kita selalu berada di tempat yang lurus. Karena Qolbu (hati) manusia mudah berubah dan dibolak balik.

Itu kata mentor saya dulu ketika mengajari saya tentang Iqlab. Sekarang saya yang giliran menjadi mentor. Mentor diri sendiri maksudnya.

 

Ikhlas is beautiful!

Salah satu teori klasik mendapatkan kebahagiaan di dunia adalah Ikhlas. Teori ini tidak terbantahkan sejak dahulu kala, tapi sulit dilakukan oleh manusia; juga sejak dahulu.

Hidup dalam pengabdian kepada Tuhan memang ajaran yang sangat membahagiakan. Saya sempat berfikir apakah orang yang tidak mempercayai adanya Tuhan bisa bahagia hidupnya?. Bayang kan seseorang yang tidak percaya ada nya Tuhan, ia berusaha didunia (dengan tidak percaya akan adanya hidup setelah hidup) namun apa yang ia dapat tidak sesuai dengan apa yang ia kehendak.

Lalu bagaimana perasaan nya?

Ia tidak punya pembenar akan hasil yang diperoleh. Ia tidak percaya sesuatu yang buruk baginya mungkin adalah sesuatu yang baik dalam pandangan Nya, dan sebaliknya.

Itulah ajaran Muslim untuk hidup didunia. Ketika diberi ujian Ia bersabar dan ketika diberi rezeki Ia bersyukur.

He said

Aneh

Sebentar..” kata orang itu sambil pergi kedalam rumah. Sementara saya hanya duduk di pelataran rumah nya. Sesaat orang itu datang kembali dengan membawa secangkir kopi, saya tidak ditawari oleh nya.

Jadi masa depan itu apa?” Ia bertanya pada saya sambil duduk dan menyalakan sebatang rokok. Saya tidak ditawari lagi, kali ini saya memang tidak berharap untuk ditawari dan berharap asap rokok itu terbawa angin menjauh dari lubang hidung saya.

Saya berpikir keras.

Lama.

Saya menyerah.

Masa yang akan datang.” jawab saya. Sesaat pikiran saya merasa nyaman setelah melepas beban dengan menjawab seadanya.

Seperti apa?” Ia berbicara begitu tenang, seolah memindahkan beban ke kepala saya melalui pertanyaan itu.

Asap rokok terus mengepul.

Saya berpikir keras.

Lama…

Saya menyerah.

Keadaan yang lebih baik.” saya melepas beban itu walau menjawab dengan sedikit keraguan.

Rokok ia hisap kembali, lalu ia hembuskan nikotin dan racun lainnya ke udara. Saya was was asap itu terhirup oleh hidung saya.

Seperti apa?” lagi-lagi ia memberi beban kepada pikiran saya.

tidak tahu.” saya menolak menyimpan beban itu terlalu lama.

Jadi apa kamu punya masa depan?”

Saya berpikir..

Punya..masa depan itu ada tapi saya tidak tahu” jawab saya.

Berarti kamu tidak punya masa depan dong?”

Saya berpikir..

Punya..masa depan itu hanya masalah waktu, keadaan nya seperti apa saya tidak tahu. Manusia tidak akan pernah ada yang tahu” Saya yakin dengan jawaban saya.

Ia tersenyum. Asap masih mengepul.

Kalo saya, saya tidak punya masa depan” kata orang itu.

Saya heran.

Saya berpikir.

Kenapa?” tanya saya.

Saya tidak tahu masa depan saya seperti apa, maka saya hanya hidup untuk hari ini saja. Saya tidak mengkhawatirkan tentang masa depan saya.” kata orang itu

Saya tidak merasa mendapat beban, saya berpikir hanya karena penasaran oleh pernyataan orang itu. Tidak ada yang salah dengan pernyataan orang tersebut menurut saya. Saya pun tidak berniat untuk membantahnya, hanya menyimpan nya dalam memori yang akan saya buka dirumah nanti.

..

…..

Saya sering disebut aneh oleh teman-teman” lagi-lagi orang itu membuat saya penasaran dengan pernyataan nya.

Tidak masalah, saya juga terkadang merasa menjadi orang aneh jika dibenturkan oleh pola pikir dan prinsip orang lain. Perbedaan itu biasa, setiap orang itu pada dasarnya unique hanya terkadang mereka tidak tahan untuk menjadi diri sendiri. Mereka kebanyakan mengikuti pola pikir orang-orang kebanyakan. Mereka tidak tahan untuk menjadi diri sendiri mereka takut tidak diterima ditengah-tengah orang banyak dengan menjadi diri sendiri. Kasihan..” Saya merasa perlu untuk menghibur kalimat yang baru saja ia katakan.

Ia masih duduk dengan tenang nya, kali ini ia teguk air kopi nya. Sementara asap masih saja mengebul dari rokoknya. Perbincangan kali ini berlanjut, ia menceritakan kisah hidup nya.

Pahit.

Keras.

Saya benar-benar bisa merasakan kata “struggling” dari apa yang ia ceritakan tentang hidup nya.

..

Malam berganti dini hari. Pukul 03.30, saya pamit pulang. Motor saya nyalakan, tancap gas. Merasa bahwa apa yang saya perbincangkan sedikit aneh dan tidak biasa, lama sekali. Namun harus diakui cukup membuka pikiran saya.

Jangan takut hidup, kalo takut mending mati saja” orang itu meng-analogikan dengan ekstrim nya.

Saya hanya tersenyum, tidak merasa harus mati. Karena saya merasa hidup saya tidak dalam ketakutan, saya bahkan tidak sabar menyambut yang akan datang, tapi tetap menikmati hari ini. Perbincangan yang aneh.

~~~~

Kayaknya saya kenal

Berawal dari suatu hari. Waktu saya dan teman2, mei (selanjutnya disebut : mawar, red) dan dian (selanjutnya di sebut : berduri, red) membicarakan tentang burger.

Saya: “emang iya gitu mei Mr.Moo (merk burger) enak?”, karena kami memang merencanakan kegagalan untuk membeli Mr.Moo.

Mawar: “Enak..emang kamu belom pernah coba brur?“, mei merasakan bahwa saya memang tidak gaul.

Berduri: “Kenyang lah pokoknya, kalo dibandingin buger Mcd itu segini gedenya (sambil memeragakan dengan jari), kalo MR.Moo segini (memeragakan lagi pake jari dengan menunjukkan ukuran yang lebih besar).”

Saya: “Oo..” mengangguk tanda kagum akan Mr.Moo dan percaya pada teman.

Berduri: “Apalagi kalo Burger King!!  kemaren gw baru beli burger king soalnya

Saya : (semakin yakin bahwa burger king lebih hebat dari segi kualitas maupun kuantitas dari Mr.Moo dan Mcd)

Sampai suatu hari setelah itu saya ngaskus dan menemukan foto ini, membuat saya lebih yakin akan kata2 mawar dan berduri..

Eh, kok kayak nya saya kenal yah..

142010

ribuan detik kuhabisi

jalanan lengan ku tentang

oh, gelap nya tiada yang buka

adakah dunia mengerti?

Milyaran panah jarak kita

Tak jua tumbuh sayapku

.

.

mundurlah wahai waktu

ada selamat ulang tahun

yang tertahan tuk ku ucapkan

yang harus nya tiba tepat waktunya…

*) album rectroverso-selamat ulang tahun

Sendirian di lab malem malem ditemani stuck in the moment. Hasilnya adalah browsing-browsing ga puguh, buka facebook, email, dan mentok mentoknya buka blog-blog orang, buntut-buntut nya ngisi blog sendiri karena udah lama ga di update.

Bukannya sok sok-an jadi  “rangga AADC” yang seneng nyendiri tapi karena emang udah tuntutan seorang deadliner mahasiswa tingkat kelewat akhir (baca: lulus 5 tahun, red) yang akan melakukan presentasi diacara seminar kemajuan yang akan dihadiri oleh dosen pembimbing, penguji, dan teman-teman sekalian 4 hari lagi.

Tapi menyendiri itu suatu bagian yang penting dalam waktu hidup menurut saya. Menyendiri itu menyisihkan waktu dimana pikiran kita fokus pada diri sendiri, saat dimana dunia akal pikiran berubah dari kemarin, sekarang dan esok.

Back to the stuck…

Tiba-tiba saya teringat akan sebuah pepatah yang mengatakan:

“Berbagilah, karena kamu akan mendapat apa yang telah kamu berikan” *

Pepatah itu seakan membuka cakrawala pikiran menembus stuck. Maka untuk itu dengan bangga dan senang hati saya akan berbagi dengan memperlihatkan apa yang belum saya perlihatkan pada dosen penguji dan hadirin dalam seminar saya 4 hari nanti, satu hal yang baru hanya Tuhan, saya dan ibu Muti (dosen pembimbing) saya yang tahu!

ini dia:

daerah kajianinilah daerah yang dikaji

dan ini hasil plot diagram temperatur terhadap salinitas (diagram TS) hitam-putih dari 200 stasiun lebih..

TS semuatuhkan keliatan ada massa air dari Pasifik Utara sama Selatan bercampur didaerah ini..(pasti yang baca mikir: keliatan dari mana..????hehe). Abis nyampur massa air di daerah ini ada yang ngalir ke Samudera Hindia. Arus yang ngalir dari Pasifik ke Hindia ini sering dipanggil Arlindo (arus yang melintasi Indonesia).  Selain itu, massa air di daerah ini juga ada yang malah pergi ke Timur barengan sama arus balik ekuator, terus di daerah ini juga ada dua arus yang muter muter, namanya Mindanao Eddy dan Halmahera Eddy. (penjelasan yang sangat tidak sayentis sekali) =p

Masalah muter muter saya jadi inget Eddy Gordo salah satu karakter di game Tekken di Playstation, Eddy Gordo emang jago muter muter kalo gelut karena keahlian capoera yang ia miliki. Entah lah  kenapa last name nya harus Gordo, karena peneliti Arlindo yang terkenal didunia adalah juga bernama Gordon. Bisa dibilang Gordon itu “mbah nya Arlindo”.

nih saya liatin si Eddy, arus yang muter muter.

Halmahera EddySekian saja penjelasan singkat saya yang tidak jelas. Senang sekali rasanya mencoba menjelaskan dengan gaya bahasa saya sendiri, ga kaku karena bahasanya harus gini gitu, dan cara membahasnya harus begini begitu. Andai saya boleh menulis draft Tugas Akhir saya seperti ini…mungkin saya tidak menemukan stuck dan saya akan dengan senang hati menganalisis dan terus menulis. =D

Sekian stuck in the moment, doain saya sukses seminar nya ya buat yang baca..

Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, bersama kesulitan itu ada kemudahan, bersama kesulitan itu ada kemudahan

*pepatah diatas adalah hasil karangan saya sendiri =p

**sumber gambar Halmahera + mindanao eddy: Journal Of Geophisycal Reseach, Vol. 104, No. C5, pages 11,021–11,035, may 15, 1999.  “Current variability at the Pacific entrance of the Indonesian Throughflow” (Kashino, 1999)

Saat Tsunami Aceh 2004 terjadi, Simeuleu adalah daerah yang relatif dekat sekali dengan titik episenter gempa. Logika nya, semakin dekat dengan titik gempa, Tsunami yang terjadi juga akan semakin besar. Logikanya lagi, semakin besar tsunami yang terjadi, korban yang terjadi akan semakin banyak. Namun, nyatanya di daerah ini hanya tercatat tujuh orang korban. Coba bandingkan dengan Meulaboh, disini jumlah korban mencapai ribuan orang lebih. Padahal, jarak antara titik episenter gempa dengan Meulaboh lebih besar (lebih jauh) dibandingkan dengan jarak antara episenter gempa dengan Simeuleu. Ada apa yang terjadi?

Ternyata, masyarakat lokal Simeuleu memiliki sebuah kearifan lokal yang masih tetap terjaga. Kurang lebih bunyi kearifan lokal tersebut tertuang dalam sebuah pantun berbahasa simeulue “Nga linon fesang smong” kurang lebih artinya “jika ada gempa, lari ke gunung karena akan ada air tinggi”. Menarik, karena hal ini diestafetkan dari generasi ke generasi secara lisan, dan tidak tertulis. Biasanya, dalam jam makan malam dimana keluarga berkumpul, Kakek atau Ayah atau orang yang lebih tua menceritakan smong ini, atau pada saat momen kumpul atau pertemuan antar warga, mereka menyampaikannya secara informal, selingan obrolan santai. Masyarakat ini tidak mengenal tsunami, namun mereka tahu dari ini bahwa ketika ada gempa, akan ada air tinggi yang menerjang mereka.

ilustrasi tsunami

Asal muasal smong ini karena memang pada tahun 1907 di daerah ini pernah terjadi tsunami yang besar. Hal ini menjadi pengalaman pahit dan pelajaran yang harus di turun kan kepda anak cucu mereka agar tidak terulang lagi bencana yang terjadi.

Sebuah tugu hingga kini berdiri (berupa kuburan) di depan halaman sebuah mesjid. Kuburan ini adalah makam korban tsunami pada tahun 1907. Sehingga ketika masyarakat setempat melakukan ibadah ke mesjid, otomatis akan teringatkan akan kejadian tsunami yang pernah menimpa daerah tersebut. Hal ini efektif turut memelihara smong ini tetap terjaga hingga sekarang.

Ternyata kearifan lokal smong seperti ini ada bukan hanya di daerah Simeuleu saja. Di Kepulauan Mentawai misalnya, terdapat syair yang isinya mengingatkan tentang tsunami ini. Namun, sayangnya syair ini banyak diterjemahkan lain oleh masyarakat sekarang. Karena pada lirik syair tersebut arti kata “gempa bumi” sama artinya dengan “kakek”. Sehingga, masyarakat disana sekarang kebanyakan menterjemahkannya bukan sebagai pesan keselamatan akan bahaya tsunami.Begitupula dengan daerah-daerah lain yang mempunyai pengalaman sejarah terkena tsunami.

Dalam sebuah field trip yang dilakukan oleh Bapak Eko Yulianto (peneliti LIPI) di pesisir pangandaran, beliau menemukan sebuah lapisan sedimen cukup tebal yang di yakini adalah sedimen yang terbawa tsunami purba (diperkirakan sekitar 400 tahun yang lalu) di pantasi selatan Jawa. Dari lapisan endapan sedimen yang saya lihat di foto, endapan sedimen tsunami ini (yang terjadi sekitar 400 tahun yang lalu) jauh lebih tebal dibandingkan endapan sedimen akibat tsunami pada tahun 2006 yang lalu. Hal ini menunjukkan bahwa tsunami yang terjadi pada sekitar 400 tahun yang lalu jauh lebih dahsyat dibandingkan tsunami tahun 2006.

Bila kita hitung mundur 400 tahun dari sekarang berarti tsunami itu terjadi sekitar tahun 1600 an. Pada tahun ini juga tercatat dalam sejarah bahwa kerjaan Mataram sedang berdiri. Masa dimana sultan Agung menjadi raja kala itu, masa dimana asal muasal kisah Nyi roro kidul bermula.

nyi roro kidul

Mungkinkah legenda Nyi Roro Kidul sebenarnya adalah juga pesan smong yang terkaburkan dari zaman ke zaman?? (bacanya pake nada intonasi gosip di silet yah…). Saya sendiri secara sayentis (hihi berasa udah sayentis kelas tinggi gini =P) memungkinkan terjadinya hal ini, karena memang masyarakat Indonesia tidak mempunyai kebudayaan untuk menulis. Tidak seperti di Jepang, sejarah adalah apa yang tertuliskan. Maka sangat mungkin ketika ada pesan tidak tertuliskan yang muncul dari zaman kerajaan Mataram akan berbeda bunyi nya pada zaman sekarang dan masa depan. Itulah pentingnya menulis, makanya mari saudara-saudara setanah air kita menuliskan sejarah. =D

Makanya aneh kalo Sultan Agung percaya sama Nyi Roro kidul, Mataram kan kerajaan Islam??!

Jadi inget Quote pada postingan pertama:

MARI BUDAYAKAN MENULIS, KARENA MENULIS ADALAH SARANA IDENTITAS MANUSIA UNTUK MEMPERTAHANKAN EKSISTENSINYA

*Sumber gambar:
Ilustrasi Nyi roro kidul
Ilustrasi Tsunami : Bahan kuliah Mitigasi Bencana Laut bikinan Pak Hamzah Latief
**Mencoba menuliskan setelah melihat presentasi Bpk. Eko Yulianto pada workshop tsunami di PPPGL  beberapa waktu yang lalu.

Seperti inilah suasana belajar di Institut Terbaik Bandung…

Class1

Semalam saya belajar terlalu giat, jadi tidak ada waktu untuk nonton dorama.. hehehe

menikmati e learning di kelas..

menikmati e learning di kelas..

Sekali menyelam dua-tiga pulau terlampaui

*Suatu pagi di kuliah Pengelolaah Ekosistem Pesisir dan Laut Tropika